Polres Buleleng,Hari Jumat tanggal 21 Oktober 2022 pukul 07.30 wita bertempat di Lapangan Ngurah Rai (Taman Kota) Singaraja, Jalan Ngurah Rai Kel Banjar Jawa Kec dan Kab Buleleng telah berlangsung Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Alam di Wilayah Kab. Buleleng Tahun 2022.

Kegiatan dihadiri Pj. Bupati Buleleng Ir. Ketut Lihadnyana, M.M.A.,Dandim 1609/ Buleleng Letkol Arh. Tamaji, S.I.K, M.H.Kapolres Buleleng,Waka Polres Buleleng,Dan Sub Den POM IX/ 3-1 Singaraja Kapten CPN Made Ardika,Ketua DPRD Kab Buleleng I Gede Supriatna, S.H.,Sekda Kabupaten Buleleng Drs Gede Suyasa M.Pd.,PJU Polres Buleleng dan Kapolsek Jajaran Polres Buleleng,Para asisten, staf ahli Setda Kabupaten Buleleng,Pimpinan Perangkat Daerah di Lingkup Pemerintah Kabupaten Buleleng,Para Kadis lingkup Pemkab Buleleng,dan Para Camat se-Kabupaten Buleleng.

Amanat pemimpin apel Pj. Bupati Buleleng Ir. Ketut Lihadnyana, M.M.A mengatakan “Mengawali sambutan ini, marilah kita bersama-sama memanjatkan doa dan puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Asung Kerta Wara Nugraha-Nya yang dilimpahkan pada kita sekalian, sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul guna melaksanakan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Antisipasi Potensi Cuaca Ekstrim dan Pengamanan KTT G20 di Provinsi Bali.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Kabupaten Buleleng memiliki wilayah hampir seperempat luas Pulau Bali (24,25%) yang memanjang dari barat ke timur dengan luas wilayah Kabupaten Buleleng adalah 136.558 hektar, dengan panjang pantai 157 Km. Wilayah Kabupaten Buleleng “Nyegara Gunung” berada pada wilayah perbukitan dan pantai. Kondisi ini berpotensi menimbulkan Bencana alam seperti : gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, putting beliung, gelombang pasang dan bencana lainnya.

Dari Hasil kajian BMKG menunjukkan bahwa awal musim hujan pada Tahun 2022/2023 Untuk Kabupaten Buleleng terjadi pada Bulan Oktober 2022. Sementara puncak musim hujan di prakirakan terjadi pada bulan Januari 2023, dan prakiraan curah hujan di Kabupaten Buleleng dalam kondisi Normal. Untuk Buleleng Bagian Tengah dan Selatan berpotensi terjadi hujan di Atas Normal. Arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam menghadapi potensi cuaca ekstrim salah satunya adalah hari ini kita telah melaksanakan Apel Kesiapsiagaan, pengecekan alat, perangkat, dan personel untuk menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrim. Dan arahan lainnya adalah meningkatkan korrdinasi dengan pihak terkait, untuk monitoring penyampaian informasi, penyiapan, serta sosialisasi jalur evakuasi.

Dampak terjadinya cuaca ekstrim mengakibatkan peningkatan curah hujan, sehingga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorogi seperti angin putting beliung, angin kencang, banjir, tanah longsor dan banjir bandang, seperti kejadian bencana longsor dan banjir yang terjadi pada awal Tahun 2017 lalu di Kabupaten Buleleng yang menyebabkan banyak kerusakan dan kerugian bagi warga masyarakat Kabupaten Buleleng. Kita perlu waspada dan antisipasi kejadian bencana alam dengan siklus lima tahunan di Kabupaten Buleleng.

Untuk langkah kesiapsiagaan dan mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrim di Kabupaten Buleleng, maka perlu Pihak-pihak terkait untuk melakukan Langkah-langkah preventif yaitu :
– Memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.
– Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon dengan tidak terkontrol.
Melakukan pemangkasan djahan dan ranting pohon yang rapuh, dan menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang.
– Melakukan penghijauan lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometeorologi.
– Menggencarkan secara lebih masif sosialisasi, edukasi dan literasi untuk meningkatkan pemahaman, kepedulian masyarakat dan pihak terkait dalam pencegahan/pengurangan risiko bencana hidrometeorologi.Terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem dari BMKG.

Sehubungan dengan Buleleng memiliki potensi bencana alam yang cukup tinggi, maka kami selaku Penjabat Kepala Daerah Kabupaten Buleleng meminta kepada Tim Terpadu Penanganan Bencana Kabupaten Buleleng dan para Camat dan seluruh Perbekel/Lurah/Klian Desa Adat untuk terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi bencana alam dan saya juga minta seluruh elemen baik Pemerintah Daerah, Forkompinda, masyarakat, dunia usaha, media massa untuk bergandengan tangan, bersiap-siaga terhadap segala kemungkinan terjadinya bencana alam di Kabupaten Buleleng.Mari kita senantiasa melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta jaga lingkungan kita masing-masing dengan slogan “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita ujar “Bupati Buleleng

Sehubungan dengan Provinsi Bali sebagai tuan rumah tempat dilaksanakannya Konferensi Tinggkat Tinggi G20, maka seluruh komponen masyarakat Kabupaten Buleleng ikut menyukseskan kegiatan dimaksud dan berjalan dengan lancar, aman dan terkendali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here