Berawal dari membuat story di medsos Instagram yang dilakukan Luh Dina Maharani, kelahiran Tahun 2002, membuat ketersinggungan orang lain.

Yang merasa tersinggung atas story yang dimuat korban adalah Nyoman Widiasari, kelahiran Tahun 1994, dengan.mendatangi korban dirumahnya.

Tujuan Nyoman Widiasari mendatangi rumah korban untuk menanyakan maksud dan tujuannya membuat stroy di medsos. Korbanpun menyampaikan story yang dibuat tidak ditujukan kepada siapaun.

Karena Nyoman Widiasari terus menanyakan hal tersebut kepada korban dan akhirnya korban tidak menanggapinya sehingga membuat Nyoman Widiasari melalukan pemukulan terhadap korban dibagian pipi sebanyak dua kali yang mengakibatkan pipi sebelah kiri korban menjadi lebam, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 8 Agustus 2022 pukul 07.30 wita.

Korban tidak terima dengan perbuatan Nyoman Widiasari sehingga memberitahukan dan melaporkan peristiwa tersebut kepada bhabinkamtibmas desa Munduk Aiptu Nyoman Wiastrawan.

Dengan adanya pemberitahuan dan laporan dari korban, bhabinkamtibmas tetap melalukan tindakan kepolisian dengan membantu mengajak korban untuk.mendapatkan pertolongan medis di puskesmas.

Kemudian pada hari Kamis ( 18/8/ 2022) pukul 10.30 wita bhabinkamtibmas dan yang termasuk.dalam komponen sipandu beradat mempertemukan kedua belah pihak bertempat di Ruang Rapat Desa Adat Munduk.

Dengan melibatkan Perbekel Desa Munduk, Kelian Banjar Dinas Beji, Bendesa adat , Manggala Adat
Dan Kelian Subak, memberikan pemahaman kepada Nyoman Widiasari bahwa main hakim sendiri bukanlah perbuatan yang terpuji.

Selanjutnya Nyoman Widiasari menyadari atas kesalahan yang diperbuat telah melakukan pemukulan dengan korban, selanjutnya meminta maaf kepada korbam dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya sehingga korbanpun memaafkannya.

Permintaan maaf dan tidak.mengulangi lagi perbuatannya oleh Nyoman Widiasari dituangkan dalam surat pernyataan yang ditanda tanganinya dan diketahui unsur komponen Sipandu Beradat.

Bhabinkamtibmas Desa Munduk atas seijin Kapolsek Banjar Kompol Gst Nyoman Sudarsana, SST., menyampaikan, penyelesaian masalah melalui Sipandu Beradat tujuannya adalah untuk menjaga situasi kamtibmas di desa binaan bhabinkamtibmas untuk selalu kondosif, ucapnya.

“disarankan kepada masyarakat didalam menghadapi permasalahan untuk tidak.main hakim sendiri, mari hadapi dengan kepala dingin dan selesaikan dengan baik baik”, imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here