Polda Bali – Polres Buleleng, Wakapolsek Banjar AKP Dewa Putu Sudiasa, S.IP., menghadiri acara Penyuluhan Hukum kepada masyarakat bertempat di aula Kantor Perbekel Desa Temukus Kecamatan Banjar, Minggu (22/5/22)

Penyuluhan hukum dilaksanakan oleh Paiketan Krama Istri ( PAKIS ) Desa Temukus dengan tema “Melalui Kebangkitan Nasional Kita Selamatkan Generasi Muda demi Masa Depan Bangsa Indonesia” dengan menghadirkan narasumber Kepala BNN Kab. Buleleng AKBP Gede Astawa, Kapolsek Banjar yang diwakili oleh Wakapolsek Banjar AKP Dewa Putu Sudiasa, S.IP., pengacara dan konsultan hukum Gede Harja, SH.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Banjar I Made Mardika, SE., Ketua MDA Kecamatan Banjar, Kepala BPBD Kab. Buleleng, Perbekel, Bendesa Adat, Kertha Desa, Para Klian Dusun, Tokoh Masyarakat dan Tokoh agama serta Tokoh Pemuda dan Warga masyarakat Desa Temukus.

Pada kegiatan tersebut, Wakapolsek Banjar AKP Dewa Putu Sudiasa, S.IP., menyoroti tentang pelanggaran hukum seperti penyalah gunaan Narkoba, Kriminalitas, Perkelahian /Tawuran, Geng Motor, dll yang saat ini sedang marak terjadi dan dilakukan oleh anak-anak dibawah umur karena berbagai faktor dimana salah satunya adalah kurangnya pengawasan dari orang tua.

Berkaitan dengan hal tersebut Wakapolsek mengharapkan peranserta masyarakat khususnya para orang tua agar selalu melakukan pendampingan dan melakukan pengawasan terhadap kegiatan dan pergaulan serta mengamati perubahan perilaku maupun kebiasaan putera-puterinya khususnya yang mau menginjak masa remaja dimana sedang dalam proses pencarian jati diri yang rawan terjadinya prilaku yang menyimpang dan sering mengarah pada kenakalan remaja dan pelanggaran hukum.

Ia juga menyampaikan terkait Penanganan tindak pidana sehubungan dengan adanya Perpol No. 8 tahun 2021 tentang Keadilan Restoratif atau Restorative Justice dimana dalam penyelesaian kasus yang berkaitan dengan tindak pidana lebih mengedepankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan keseimbangan perlindungan serta kepentingan korban dan pelaku tindak pidana yang tidak berorientasi pada pemidanaan merupakan suatu kebutuhan hukum dalam masyarakat.

“Apabila terjadi sebuah permasalahan baik itu yang menyangkut tindak pidana yang memenuhi syarat materiil maupun formil untuk dilakukan penyelesaian dengan Restoratif Justice hendaknya diselesaikan dengan musyawarah kekeluargaan yang melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku, keluarga korban, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, atau pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil melalui perdamaian dengan menekankan pemilihan kembali pada keadaan semula,” terangnya.

AKP Dewa Putu Sudiasa juga menyampaikan bahwa pemidanaan adalah upaya terakhir dalam penanganan kasus tidak pidana, dan oleh karenanya Polri dalam hal ini Polsek Banjar selalu siap setiap saat kapanpun diperlukan untuk membantu masyarakat memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami dari kepolisian selalu siap untuk membantu dalam penyelesaian setiap permasalahan dan selalu siap menerima laporan dari masyarakat khususnya yang berkaitan dengan tindak pidana,” Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here