Polda Bali – Polres Buleleng, Kapolsek Banjar Kompol Gusti Nyoman Sudarsana, S.St., mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 bertempat di aula kantor Camat Banjar, Kamis (13/10/22)

Rapat Koordinasi digelar dalam rangka perbaikan / pemutahiran data penduduk yang sudah mengalami perubahan dalam struktur sosial ekonomi sebagai akibat dampak Pandemi Covid-19.

Hadir dalam rapat tersebut Camat Banjar I Made Mardika, SE., Kapolsek Banjar Kompol Gusti Nyoman Sudarsana, S.St., Danramil Banjar yang diwakili oleh Bati Tuud Pelda Gede Mei Dana, Kepala BPS Kab. Bll I Made Bimbo Abdi, para Perbekel dan Bendesa Adat se-Kecamatan Banjar.

Kepala BPS Kab.Buleleng I Made Bimbo Abdi dalam paparannya menyampaikan bahwa pendataan Regsosek 2022 adalah pengumpulan data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi dan tingkat kesejahteraan sebagai upaya pemerintah untuk membangun data kependudukan tunggal / satu data.

“Dengan menggunakan satu data, pemerintah dapat melaksanakan berbagai programnya secara terintegrasi, tidak tumpang tindih dan lebih efisien,” paparnya

Lebih lanjut disampaikan kegiatan pendataan awal Regsosek 2022 akan dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober s/d 14 November 2022.

“Data Regsosek tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas berbagai layanan pemerintah seperti pendidikan, bantuan sosial, kesehatan hingga administrasi kependudukan,” Imbuhnya.

Sementara itu Kapolsek Banjar Kompol Gusti Nyoman Sudarsana, S.St., dalam kesempatannya menyampaikan menyambut baik kegiatan tersebut dan pihaknya siap untuk mendukung pelaksanaannya.

“Kami dari kepolisian sangat mendukung kegiatan ini tentunya dari segi keamanan dimana Program ini sangat singkat, sudah barang tentu perlu bergandengan tangan agar hasilnya lebih maksimal,” ungkapnya.

Kapolsek Banjar juga mengatakan bahwa dalam pelaksanaan program ini BPS tidak bisa sendiri, akan ada pengawalan dan pendampingan dari anggota kepolisian yaitu Bhabinkamtibmas didesa-desa agar proses pendataan berlangsung dengan baik karena kondisi di lapangan yang dinamis tak bisa diprediksi secara pasti, hal apa saja bisa menjadi tantangan bagi para petugas data di lapangan.

“Pendampingan dan sosialisasi dan publikasi agar dilakukan secara masif oleh Perbekel bersama perangkat desa agar kedatangan petugas BPS saat melakukan kegiatan secara door to door ke rumah-rumah warga tidak disalah artikan dengan isu yang simpang siur,”kata Kompol Gusti Nyoman Sudarsana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here