Polda Bali-Polres Buleleng, Tidak semua permasalahan harus berakhir dengan penegakan hukum (Ultimum Remedium), dan itu yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Ularan Bripka Ketut Astawan saat menyelesaikan masalah penganiayaan yang terjadi di Desa Ularan pada tanggal 2 Agustus 2022 sekira pukul 14.00 wita.

Peristiwa berawal pelaku menyadap hp istrinya dan diketahui istrinya chating melalui pesan Whatapp dengan korban An. Komang A mengetahui hal itu pelaku menjadi emosi dan menganiaya istrinya namun berhasil dileraikan oleh orangtuanya, selanjutnya pelaku pergi mencari Komang A ( korban ) yang sedang bekerja di bengkel di Desa umeanyar sampai di Tkp pelaku tanpa berbicara apa pun langsung mengambil potongan besi memukul korban sebanyak 4 kali, mendapat serangan korban berusaha bertahan dan kabur meninggalkan pelaku di tempat kerja dan dilarikan ke RS Pratama tangguwisia.
Akibat penganiayaan korban mengalami luka robek pada bagian kepala belakang, luka robek pada lengan kanan.

Atas kejadian penganiayaan tersebut pada hari Senin tanggal 5 Agustus 2022, pukul 08.00 wita, Bhabinkamtibmas bersama perbekel dan perangkat desa Dinas dan manggala adat Desa Ularan yang tergabung dalam Sipandu Beradat melakukan pertemuan antara korban dan terlapor untuk dapat dilakukan penyelesaian terbaik untuk kedua belah pihak dengan menggunakan Sipandu Beradat.

Dalam pertemuan tersebut telah ditemukan penyelesaian yang terbaik bagi kedua belah pihak, pelapor meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan terhadap korban dan tidak mengulangi lagi perbuatanhya serta korbanpun memaafkannya, sehingga penyelesaian masalah tersebut dapat diselesaikan yang dituangkan dalam surat pernyataan perdamaian yang ditanda tangani kedua belah pihak dan terkait.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here