Polres Buleleng – Di didik menjadi anak disiplin sejak bersekolah di SMA Bali Mandara, Ni Luh Baskariani (18) anak perempuan pasangan dari Gede Muliawan dengan Ketut Armoni asal Dusun Kubuanyar Desa Kubutambahan / Buleleng Lulus seleksi Bintara Polwan.

Ni Luh Baskariani merupakan tergolong keluarga kurang mampu, rumah yang dihuni bersama ayah /ibu, dan kedua adiknya pun terlihat masih belum finising serta lahan yang ditempatinya juga merupakan lahan milik Desa Adat Kubutambahan. Cita-citanya yang tinggi menjadi seorang Dokter pupus ditengah jalan lantaran terbentur ekonomi, namun Tuhan berkata lain setelah lulus dari SMA Bali Mandara dan memiliki prestasi yang cukup gemilang, Baskariani mengikuti program penjaringan Rekrutment Proaktif (Rekpro) Polri melalui jalur Talent Scouting, setelah lolos program Rekpro, Baska begitu ia disapa mengikuti pembinaan program Buleleng Gencar di Polres Buleleng, suatu terobosan kreatif Bag Sumda Polres Buleleng dalam membina dan melatih generasi calon Anggota Polri. Program Buleleng Gencar mendukung pembangunan Zona Integritas Polres Buleleng menuju WBK dan WBBM.

Sidang Kelulusan Akhir Calon Bintara dan Tamtama Polri T.A 2021, pada hari Kamis 22 Juli 2021 langsung di hadiri Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa, S.I.K., M.H. bersama jajaran secara Virtual melalui Zoom Meeting dan Live Streaming Youtube Biro SDM Polda Bali yang berpusat di Gedung PRG Polda Bali.

Dari 107 orang casis pengiriman Buleleng yang masih bertahan sampai tes akhir, Baskariani adalah salah satu casis yang lulu terpilih. Dia lulus terpilih melalui jalur kategori Talent Scouting sedangkan 1 rekannya berasal dari Desa Sudaji/Sawan melalui jalur rekrutmen PTU. Setelah dinyatakan sah lulus dan siap menjalani Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri di Sepolwan Ciputat.

Calon siswa Polri yang akan berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) ini masih terbentur biaya ekonomi, menjalani seleksi dan lulus tanpa dikenakan biaya, Baskariani menyatakan tidak punya biaya untuk swab covid-19 dan tidak memiliki uang yang cukup untuk berangkat. Pendamping dari Polres Buleleng pun bersama rekanya mendatangi Baskariani kerumahnya dengan membawakan biaya sekedar untuk Swab dan selanjutnya akan dibekali biaya dengan cara donasi.

Ni Luh Baskariani dikonfirmasi awak media Jumat (23/7) melalui saluran telephone setelah selesai menjalani Swab menerangkan, meski beberapa kendala yang dihadapi dalam menjalani seleksi ,”Jarak dan persiapan dalam menjalani seleksi ada kendala, seperti saat seleksi jasmani/renang saya tidak memiliki pakaian renang, namun beruntung ada teman ngasih pinjam dan berhasil mengikuti seleksi tersebut,”ujar Baskariani.
Selain itu kendala yang dihadapi setelah dinyatakan lulus seleksi Rekpro saat mau mengikuti kegiatan Binlat via daring, malah kembali terkendala fasilitas jaringan yang sangat lemot, pasalnya daerah tinggal Baskariani berada dipelosok desa,”Saat dinyatakan lulus malah jaringan didaerah saya sangat lemot, untuk mengikuti virtual daring itu saya berpamitan dengan orang tua pergi ke Polres Buleleng mencari jaringan agar bisa mengikuti Zoom Meeting, saya baru merasa bangga bisa menjadi bagian anggota Polri,” terang Baskariani.

Sisi lain ayah Baskariani, Gede Muliawan saat ditemui mengungkapkan kisah anaknya, kendati dalam mendidik anak sangat keras namun Muliawan bagaikan mimpi mendengar anaknya lulus seleksi dengan keterbatasan finansial alias tanpa biaya, “Seperti mimpi, antara percaya dan tidak anak saya dinyatakan lolos, sebelumnya ada seseorang prihatin dan menawarkan anak saya untuk menjadi polisi namun uang saya tidak punya, tapi anak mau dan mendaftakan diri tanpa sepeser uang yang saya pegang,”ujar Muliawan.

Lulus SMA Bali Mandara yang mengambil jurusan MIPA, beasiswa untuk kuliah di Univ Padjajaran telah siap namun orang tua terbentur biaya hidup anaknya di pulau Jawa. Lebih jelas dipaparkan Muliawan, anaknya memiliki cita-cita menjadi tinggi dan akan kuliah dengan prestasi yang dimiliki sesuai jurusan yang di ambil,”Cita-citanya tinggi sekali mau jadi Doktor jurusan yang di ambil MIPA, saya tidak sanggup nantinya dengan biaya,”terang Muliawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here