Polda Bali-Polres Buleleng,Sat Reskrim Polres Buleleng yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Buleleng Akp Vicky Tri Haryanto S.H., S.IK., M.H., telah menangani perkara dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang diketahui terjadi pada tanggal 19 Mei 2015 bertempat di Banjar Dinas Kloncing Desa Kerobokan Kecamatan Sawan dan Kabupaten Buleleng berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP-B/34/II/2020/BALI/ RES BLL tanggal 22 Pebruari 2020.

Pelapor Nyoman Renasih beralamat di Banjar Dinas Kloncing Desa Kerobokan Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang diduga dilakukan oleh tersangka PYS bersama-sama dengan Drs. Haji Thamrin Pawani ( Dalam pencarian Orang/DPO) yang diketahui terjadi Pada tanggal 19 Mei 2015 bertempat di Banjar Dinas Kloncing Desa Kerobokan Kecamatan Sawan. Cara pelaku melakukan aksinya dengan menggunakan bujuk rayu dan rangkaian kata-kata bohong, menjanjikan Ida Bagus Indra Kusuma anak kandung dari korban Nyoman Renasih untuk menjadi PNS dengan imbalan sejumlah uang dengan beberapa keadaan palsu sehingga membuat korban menjadi yakin dan menyerahkan sejumlah uang. Tanpa seijin dan sepengetahuan korban tersangka mengirimkan uang kepada Drs. Haji Thamrin Pawani (dalam pencarian Orang/DPO) namun sampai sekarang korban tidak pernah diangkat menjadi PNS sehingga atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).

Dari hasil penyidikan, Penyidik dan Penyidik Pembantu telah mengamankan diduga pelaku atas nama PYS, Lk, Umur : 52 Tahun, Pekerjaan : PNS, Agama :Hindu, Pendidikan Terakhir :S1, Suku : Bali, Kewarganegaraan : Indonesia, Alamat : BTN Banyuning indah blok c no.10 RT/RW 000/000 Kelurahan Banyuning Kecamatan dan Kabupatgen Buleleng.

Modus Operandi yang dilakukan adalah dengan cara menyampaikan serangkaian kata-kata bohong dan bujuk rayu sehingga korban tergugah hatinya untuk menyerahkan sejumlah uang secara bertahap yang totalnya sebesar Rp.200.000.000 ( dua ratus juta rupiah ) untuk mencarikan dan manjadikan anak korban sebagai PNS namun setelah menyerahkan uang tersebut anak korban sampai sekarang tidak menjadi PNS dan uang korban juga tidak dikembalikan sampai sekarang.

Selanjutnya penyidik melakukan proses penyidikan dan ditemukan 2 alat bukti yang cukup bahwa peristiwa tersebut adalah peristiwa pidana. Dan memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP.

Dalam perkara tersebut yang dijadikan barang bukti adalah : 5 lembar kwitansi sebagai tanda bukti penerimaan uang dari pelapor/ korban kepada pelaku

Pelaku PYS diduga melanggar Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP tentang Penipuan dan atau Penggelapan, dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun,”jelas Kasat Reskrim Polres Buleleng Vicky Tri Haryanto, S.H., S.IK., M.H

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here