Disampaikan langsung Kapolres Buleleng AKBP Andrian P, S.H., S.I.K., M.Si., saat meminpin apel gelar pasukan operasi patuh agung 2022 dihalaman mapolres Buleleng, bahwa dalam operasi patuh terdapat tujuh prioritas penindakan pelanggaran lalu lintas yang akan dilaksanakan.

Adapun ketujuh penindakan saat dilaksanakan operasi patuh Agung 2022, terhadap pengemudi atau pengendara kendaraan bermotor; pertama, yang menggunakan ponsel saat berkendara, kedua, yang masih dibawah umur; ketiga, yang berboncengan lebih dari satu orang; keempat, yang tidak menggunakan helm SNI dan yang tidak menggunakan safetybelt; kelima, dalam pengaruh atau mengomsumsi alcohol; keenam, yang melawan harus dan ketujuh, pengemudi atau pengendara sepeda motor yang melebihi batas kecepatan.

Kapolres Buleleng juga menyampaikan, munculnya permasalahan lalu lintas kerap dipicu beberapa factor yaitu meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, meningkatnya populasi masyarakat serta meningkatnya pola aktifitas masyarakat, sehingga dapat berimplikasi terhadap munculnya permasalahan-permasalahan di bidang lalu lintas, meliputi meningkatnya pelanggaran lalu lintas dijalan raya, yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan dan kemacetan.

“perlu adanya upaya-upaya penanganan secara professional dan komprehensif guna terciptanya Kamseltibcarlantas yang aman dan lancar”, ucap Kapolres.

Permasalahan dibidang lalu lintas tidak dapat diselesaikan hanya kerja keras dari pihak Kepolisian, namun perlu adanya peran serta sinergis antara Polri, pemerinah daerah dan seluruh stakeholder terkait, sehingga dapat tercapainya koordinasi yang solid guna terciptanya Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“operasi patuh Agung tahun 2022 akan dilaksanakan selama 14 hari yang dimulai dari tanggal 13 Juni 2022 sampai dengan tanggal 26 Juni 2022, dengan tema, “Tertib Berlalu Lintas Menyelamatkan Anak Bangsa”, ucap Kapolres.

“harapan kedepannya dengan adanya operasi patuh ini maka dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat, khususnya kaum generasi melenial, sehingga mereka dapat lebih paham akan hukum aturan yang berlaku dan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas guna menyelamatkan generasi penerus bangsa di masa mendatang”, tutup Kapolres.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here